Konsultan Bisnis Profesional
Nafa Dwi Arini
1 day ago

CONTOH SOAL UJIAN K3 UMUM, MATERI: K3 LISTRIK, KONSTRUKSI BANGUNAN DAN KEBAKARAN Part 2

CONTOH SOAL UJIAN K3 UMUM, MATERI: K3 LISTRIK, KONSTRUKSI BANGUNAN DAN KEBAKARAN Part 2

Gambar Ilustrasi CONTOH SOAL UJIAN K3 UMUM, MATERI: K3 LISTRIK, KONSTRUKSI BANGUNAN DAN KEBAKARAN Part 2

Lanjutan dari CONTOH SOAL UJIAN K3 UMUM, MATERI: K3 LISTRIK, KONSTRUKSI BANGUNAN DAN KEBAKARAN Part 1

34.

Apa fungsi dari Kotak Sambung?

Untuk mengukur tahanan sebaran tanah.

35.

Berapa jumlah minimal Hantaran Penurunan dalam satu sistem penyalur petir?

Paling sedikit harus mempunyai 2 (dua) buah penghantar penurunan.

36.

Berapa ukuran penghantar minimal dari penyalur petir?

Ukuran penampang sekurang-kurangnya 50 mm dan tebal serendah-rendahnya 2mm.

37.

Berapa sudut perlindungan dari system Franklyn?

Suatu kerucut yg mempunyai sudut puncak 112 derajat.

38.

Apa yg dimaksud sangkar Faraday?

Adalah system intalasi proteksi petir (dipergunakan di Belanda) dengan cara memanfaatkan kolom-kolom gedung bertingkat tinggi until pembumian, menggunakan pancang pada kolom-kolom tersebut. Sambungan antar kolom besi betonnya harus berhubungan secara elektrik.

39.

Jelaskan tentang system proteksi petir eksternal dan internal?

Eksternal adalah sistemn proteksi terhadap sambaran langsung dengan cara memasang konduktor dibagian atas obyek yang dilindungi dengan instalasi penyalur petir.

Internal adalah sistem proteksi terhadap sambaran petir secara tidak langsung, misalnya imbas melalui grounding listrik, menyambar bagian listrik sehingga jaringan listrik bertegangan listrik.

40.

Apa yg dimaksud dgn sambaran langsung dan tidak langsung?

  • Langsung:langsung kpd objek,menggunakan penangkal petir eksternal.
  • Tidak langsung .Tdk langsung pd objek melalui sesuatu penangkal petir internal proteksin,

41.

Pembangian tentang kelas perlengkapan?

  1. Perlengkapan kelas 0,
  2. Perlengkapan kelas I,
  3. Perlengkapan kelas II,
  4. Perlengkapan kelas III.

42.

Permenaker yang mengatur tentang LIFT?

Ø  Permenaker No. 03/MEN/1999 Pasal 27.t.

43.

Kapan Lift dilakukan pemeriksaan/pengujian?

Permen No.03/MEDN/1999 Bab IV Pasal 30 bahwa setiap Lift sebelum dipakai harus diperiksa dan diuji terlebih dahulu sesuai dengan standar uji yang telah ditentukan.

Pemeriksaan dan Pengujian sebagaimana dimaksud pada 1 dilakukan Pegawai Pengawas dan atau Ahli K3 dan dilaksanakan sekurang-kurangnya 1 tahun sekali.

44.

Apa yg dimaksud dengan Proteksi Kebakaran Aktif?

Sistem proteksi kebakaran yg menggunakan/membutuhkan energy.

45.

Apa saja yg termasuk Proteksi Aktif?

  1. Man Of Escape (jalan penyelamatan)
  2. Fire retardant.
  3. Smoke kontrol..

46.

Apa yg dimaksud dengan Proteksi Kebakaran Pasif?

Sistem proteksi yang tidak menggunakan energy.

47.

Apa saja yg termasuk dengan Proteksi Kebakaran Pasif?

  1. Mean Of Escape (jalan penyelamatan).
  2. Treatment/Clothy Fire Retardant.
  3. Sarana Pengendalian Asap (SPA).
  4. Sarana Evaluasi.
  5. Sistem Pengendalian asap dan api/smoke control.
  6. Evakuasi dan Rescue.

48.

Permen yang mengatur tentang APAR?

Permen No.04/MEN/1980 Pasal3.

49.

Apa maksud dan tujuan Pengujian Kualitas APAR?

a)    Until mengetahui dan memastikan kualitas APAR sesuai dengan peruntukkannya.

b)    Untuk mengetahui bahwa APAR dapat berfungsi dengan baik setiap bila terdapat keadaan darurat (kebakaran).

50.

Sistem pompa kebakaran untuk hydrant/sprinkle terdiri dari pompa apa saja?

a)    Pompa Jockey.

b)    Pompa Utama.

c)     Pompa Cadangan.

51.

Terdiri dari apa saja Sistem Deteksi Kebakaran?

  1. Detektor untuk mendeteksi kebakaran secara otomatis.
  2. Tombol Manual dioprasikan secara manual yang dilindungi dengan kaca, yg dapat diaktifkan secara manual dengan memecahkan kaca terlebih dahulu, apabila ada yang melihat kebakaran tetapi detektor otomatik belum bekerja.
  3. Panel Kendali adalah pusat pengendali sistem deteksi dari alarm yang dapat mengidentifikasikan signal input dari detektor mapupun tombol manual dan mengaktifkan alarm tanda kebakaran.
  4. Signal Alarm sebagai indikasi adanya bahaya kebakaran dapat didengar berupa bell berdering, sirene atau yang dapat dilihat berupa lampu.
  5. Sistem instalasi alarm kebakaran ototomatik. Yang dapat diintegrasikan dengan peralatan yang ada di dalam bangunan yang bersnagkutana.antara.lain lift , AC, Pressurezed fan, indikator aliran sistem sprinkler dll.

52.

Untuk suhu yg berubah-ubah jenis detektor apa yang sesuai?

Detektor Panas ROR.

53.

Apa yg dimaksud dengan Sistem pemadaman Total Flooding Sistem?

Pemadaman serentak otomatis menggunakan gas

54.

Apa yg dimaksud dengan Preuraise Fan untuk tangga kebakaran?

Sampai menahan asap tidak masuk ke tangga kebakaran.

55.

Apa tujuan dari Klas Api Kebakaran?

Untuk menentukan jenis media pemadam yang sesuai.

56.

Apa maksud tulisan ABC pada tabung APAR?

Untuk pemadaman jenis A,B,C atau multi purpose.).

57.

Kepmenaker No. No.186/1999 mengatur tentang apa?

Tentang unit Penanggulangan Kebakaran di tempat kerja.

58.

Apa yang dimaksud dengan evakuasi?

Usaha menyelamatkan diri sendiri dari tempat berbahaya menuju ketempat yang aman.

59.

Bagaimana dengan pemadaman jenis Halon?

Yaitu media yang bekerja secara kimia memotong rantai reaksi pembakaran yaitu mengikat unsur2 carbon dan hydrogen yang berdiri bebas dan sifat ikatannya sangat juat sehingga akan menghentiakn rantai reaksi pembakaran secara kimia. Sifat lain yang memiliki adalah sifat radikal sehingga akan bereaksi secara berantai.

60.

Apa saja prinsip pemadaman api kebakaran?

Menghilangkan salah satu atau beberapa unsur dalam proses nyala api yaitu

Ø  Pendinginan (cooling) dengan menyemprotkan air.

Ø  Menutup bahan yang terbakar.

Ø  Mengurangi oksigen (dilution) misalnya menyemprotkan CO2.

Ø  Memutus mata rantai reaksi api(mencekik) dengan media kimia.

61.

Berapa tekanan pengujian hydrostatics Test until APAR dengan tekanan :

  1. 10 kg/cm2.
  2. 12 kg/cm2.
  3. 15 kg/cm2.

Jawab:

  1. 1,5 x 10 = 15.
  2. 1,5 x 12 = 12.
  3. 1,5 x 15 = 22,5

62.

Berapa tahun sekali hydrostatic test dilakukan until APAR jenis CO2?

10(sepuluh) tahun setelah itu per 5 tahun.

63.

Total Fooding System untuk pemadaman kebakaran apa saja?

Untuk pemadaman pada tempat kerja yg barang3nya sangat vital dan sulit penggantinya

 

Demikian CONTOH SOAL UJIAN K3 UMUM, MATERI: K3 LISTRIK, KONSTRUKSI BANGUNAN DAN KEBAKARAN 

About the author
Konsultan Bisnis Profesional

Nafa Dwi Arini adalah seorang konsultan bisnis berpengalaman yang memiliki keahlian dalam membantu perusahaan dan pengusaha dalam mengembangkan strategi bisnis yang efektif. Dengan latar belakang pendidikan dan pengalaman yang kuat, Nafa Dwi Arini telah berhasil membantu banyak klien untuk mencapai tujuan bisnis mereka.

Pengalaman:

Nafa Dwi Arini telah bekerja sebagai konsultan bisnis selama lebih dari 10 tahun. Selama karier profesionalnya, ia telah bekerja dengan berbagai perusahaan, mulai dari startup hingga perusahaan besar, di berbagai sektor industri. Pengalaman luas ini membantu Nafa Dwi Arini memahami tantangan dan peluang yang dihadapi oleh berbagai jenis bisnis.

Jasa Konsultasi:

Sebagai seorang konsultan bisnis, Nafa Dwi Arini menawarkan berbagai jasa konsultasi, termasuk analisis pasar, strategi pemasaran, manajemen operasional, dan pengembangan bisnis secara keseluruhan. Ia bekerja erat dengan klien untuk memahami kebutuhan unik mereka dan menyusun rencana yang sesuai untuk mencapai kesuksesan bisnis.

Penulis Artikel di suketk3.com:

Selain menjadi seorang konsultan bisnis, Nafa Dwi Arini juga berbagi pengetahuannya melalui menulis artikel untuk suketk3.com. Dalam tulisannya, ia berbagi wawasan, tips, dan informasi berguna tentang memulai dan mengelola bisnis, serta berbagai aspek lain yang berkaitan dengan dunia bisnis.

Komitmen:

Nafa Dwi Arini sangat berkomitmen untuk membantu klien mencapai kesuksesan dalam bisnis mereka. Ia percaya bahwa dengan pendekatan yang tepat dan strategi yang baik, setiap bisnis memiliki potensi untuk berkembang dan mencapai hasil yang menguntungkan.

Layanan Pengujian NDT Kami

Kami menawarkan berbagai metode pengujian modern tanpa merusak struktur alat Anda. Semua pengujian dilakukan oleh teknisi bersertifikasi dengan peralatan terkini untuk hasil yang akurat dan terpercaya.

Radiography Testing (RT)

Mendeteksi cacat internal menggunakan sinar-X atau gamma untuk memvisualisasikan struktur internal tanpa merusak material.

Ultrasonic Testing (UT)

Menggunakan gelombang suara frekuensi tinggi untuk mendeteksi cacat internal dan mengukur ketebalan material dengan presisi tinggi.

Magnetic Particle Testing (MT)

Mengidentifikasi cacat permukaan dan dekat permukaan pada material ferromagnetik dengan akurasi tinggi.

Liquid Penetrant Testing (PT)

Mendeteksi retakan dan ketidaksempurnaan permukaan pada berbagai jenis material dengan metode pewarnaan khusus.

Eddy Current Testing

Mendeteksi cacat permukaan dan dekat permukaan pada material konduktif dengan cepat dan efektif.

Visual Inspection & Thickness Measurement

Evaluasi visual profesional dan pengukuran ketebalan yang akurat untuk memastikan integritas struktural alat Anda.

Online Sekarang
Nafa Dwi Arini - Konsultan Sertifikasi K3
Nafa Dwi Arini

Konsultan Ahli K3
4.9/5 Rating

Respon dalam 5 menit

Online Sekarang
Novitasari - Konsultan Sertifikasi K3
Novitasari

Konsultan Ahli K3
4.9/5 Rating

Respon dalam 5 menit

Tim kami siap membantu Anda untuk mendapatkan Surat Ijin Alat (SIA)/Surat Keterangan K3 Alat (Suket) K3

Dapatkan Layanan Prioritas dengan menghubungi tim kami

Jika Anda ingin menyampaikan pertanyaan tentang perizinan dan pembuatan SIA/SIO CONTOH SOAL UJIAN K3 UMUM, MATERI: K3 LISTRIK, KONSTRUKSI BANGUNAN DAN KEBAKARAN Part 2

Riksa Uji K3 dan Surat Keterangan (Suket) K3 Alat Seluruh Indonesia, Resmi & Profesional SuketK3.com

Proof – Creating a design system for a suite of products

Branding

Riksa Uji K3 dan Surat Keterangan (Suket) K3 Alat Seluruh Indonesia, Resmi & Profesional SuketK3.com

Proof – Creating a design system for a suite of products

Branding

Artikel Lainnya berkaitan dengan CONTOH SOAL UJIAN K3 UMUM, MATERI: K3 LISTRIK, KONSTRUKSI BANGUNAN DAN KEBAKARAN Part 2