Nafa Dwi Arini
1 day agoContractor Safety Management System (CSMS)
Gambar Ilustrasi Contractor Safety Management System (CSMS)
Contractor Safety Management System
CSMS atau Contractor Safety Management System sangat penting bagi sebuah perusahaan guna membantu pihak HSE serta user untuk mempersiapkan proses seleksi awal sebelum kontraktor, supplier dan vendor melakukan berbagai pekerjaan di lingkungan proyek/ perusahaan. Pihak ketiga perlu mematuhi serta mengikuti aturan sistem manajemen yang ditentukan oleh perusahaan.
CSMS adalah sistem komprehensif terkait pengelolaan kontraktor mulai dari tahap perencanaan hingga pelaksanaan pekerjaan. Sistem ini menghubungkan sistem manajemen K3 Kontraktor dengan sistem manajemen K3 perusahaan.
Berikut ini beberapa langkah yang bisa diterapkan untuk mengelola Contractor Safety Management System atau K3 kontraktor.
Langkah Mengelola CSMS

1. Melakukan manajemen kualifikasi serta kontrak kontraktor
Yang dimaksud disini yaitu memberikan kelas kualifikasi berbeda untuk masing-masing kelas kontraktor. Hal ini bertujuan agar kontraktor yang dipilih perusahaan bisa memenuhi ekspektasi kinerja K3 serta beban pekerjaan yang diberikan. Semakin tinggi resiko aktivitas pekerjaan, diperlukan kontraktor dengan kinerja K3 tinggi pula.
Disamping itu, ada proses tender dalam 3 tahap. Yang pertama yaitu membuat spesifikasi tender. Tahap kedua adalah evaluasi teknis dari pihak kontraktor yang mendaftar. Dan yang ketiga adalah evaluasi harga kontraktor. Ini sangat penting agar pekerjaan tidak mengalami kendala atau macet di tengah jalan akibat kontraktor yang tidak memenuhi ekspektasi.
2. Melakukan kick-off meeting serta bridging dokumen K3
Setelah pebisnis memilih kontraktor, berikutnya mereka perlu melakukan pertemuan awal antara kontraktor dan pebisnis sebelum memulai pekerjaan. Yang harus dilakukan pebisnis ketika pertemuan tersebut yaitu mengklarifikasi ekspektasi dan tanggung jawab pekerjaan.
Kemudian diterapkan bridging dokumen K3 yang mana pemilik bisnis setuju untuk memberikan izin kontraktor memakai CSMS-nya.
3. Melakukan contractor on boarding
Kontraktor perlu melalui masa orientasi sebelum bekerja di proyek untuk mengenal serta mendapatkan pembekalan tentang informasi terkait kesehatan, keselamatan, IT, lingkungan serta keamanan lokasi proyek.
4. Menerapkan sistem permit to work (izin kerja)
Langkah CSMS selanjutnya yakni menerapkan sistem izin kerja. Umumnya sehari sebelum mulai bekerja, kontraktor mendapatkan izin bekerja pada fasilitas tersebut. Ini untuk memastikan bahwa mereka sudah siap bekerja dengan persyaratan K3 yang dibutuhkan dalam pekerjaan terkait.
Izin kerja tersebut dibutuhkan untuk aktivitas dengan potensi resiko tinggi seperti bekerja di ketinggian, ruang terbatas atau penyelaman.
5. Verifikasi kompetensi lapangan
Pemilih bisni tidak boleh membiarkan maupun melepas kontraktor dalam fase work in progress. Mereka perlu melakukan verifikasi bahwa kontraktor yang dipekerjakan memang benar-benar telah memenuhi persyaratan CSMS yang ada.
Hasil dari verifikasi tersebut merupakan safety passport berisi berbagai kompetensi yang dikuasai oleh kontraktor serta memiliki tanda lulus.
6. Membangun database kinerja K3 pekerja kontraktor
Aktivitas dan kinerja K3 kontraktor direkam pada sebuah database. Dengan database tersebut, pemilih bisnis bisa memonitor kinerja K3.
Apabila tidak sesuai dengan ekspektasi maka pemilik bisnis bisa melakukan intervensi berdasarkan prosedur yang berlaku.
7. Menerapkan sistem hukuman dan penghargaan
Tujuan utama dari penerapan sistem rewards anda punishments ini yaitu untuk memotivasi dan pengingat para kontraktor agar menerapkan prinsip K3 saat bekerja walaupun tidak sedang dalam pengawasan pemilik bisnis.
Hukuman diberikan pada kontraktor yang tidak memenuhi persyaratan serta kewajiban K3, sedangkan penghargaan diberikan pada kontraktor karena sudah memberikan performa terbaiknya dalam mewujudkan K3.
Demikian ulasan beberapa langkah yang bisa diterapkan untuk mengelola CSMS atau K3 kontraktor. Dengan adanya CSMS ini maka pihak perusahaan dan kontraktor sama-sama yakin bahwa kontraktor yang melakukan pekerjaan di perusahaan sudah memenuhi strandar serta kriteria K3 dari pihak perusahaan. Dengan demikian, bisa terhindar dari resiko kerugian yang mungkin muncul akibat aktivitas kerja pihak kontraktor.
Jika anda memerlukan bantuan untuk memenuhi persyaratan dokumen CSMS, anda dapat menghubungi kami kapan saja.
Terimakasih,
Salam Semangat,
Alief Maulana Ilyas
ISO Consultant
0816888476 081 MUTU ISO
About the author
Nafa Dwi Arini adalah seorang konsultan bisnis berpengalaman yang memiliki keahlian dalam membantu perusahaan dan pengusaha dalam mengembangkan strategi bisnis yang efektif. Dengan latar belakang pendidikan dan pengalaman yang kuat, Nafa Dwi Arini telah berhasil membantu banyak klien untuk mencapai tujuan bisnis mereka.
Pengalaman:
Nafa Dwi Arini telah bekerja sebagai konsultan bisnis selama lebih dari 10 tahun. Selama karier profesionalnya, ia telah bekerja dengan berbagai perusahaan, mulai dari startup hingga perusahaan besar, di berbagai sektor industri. Pengalaman luas ini membantu Nafa Dwi Arini memahami tantangan dan peluang yang dihadapi oleh berbagai jenis bisnis.
Jasa Konsultasi:
Sebagai seorang konsultan bisnis, Nafa Dwi Arini menawarkan berbagai jasa konsultasi, termasuk analisis pasar, strategi pemasaran, manajemen operasional, dan pengembangan bisnis secara keseluruhan. Ia bekerja erat dengan klien untuk memahami kebutuhan unik mereka dan menyusun rencana yang sesuai untuk mencapai kesuksesan bisnis.
Penulis Artikel di suketk3.com:
Selain menjadi seorang konsultan bisnis, Nafa Dwi Arini juga berbagi pengetahuannya melalui menulis artikel untuk suketk3.com. Dalam tulisannya, ia berbagi wawasan, tips, dan informasi berguna tentang memulai dan mengelola bisnis, serta berbagai aspek lain yang berkaitan dengan dunia bisnis.
Komitmen:
Nafa Dwi Arini sangat berkomitmen untuk membantu klien mencapai kesuksesan dalam bisnis mereka. Ia percaya bahwa dengan pendekatan yang tepat dan strategi yang baik, setiap bisnis memiliki potensi untuk berkembang dan mencapai hasil yang menguntungkan.
Layanan Pengujian NDT Kami
Kami menawarkan berbagai metode pengujian modern tanpa merusak struktur alat Anda. Semua pengujian dilakukan oleh teknisi bersertifikasi dengan peralatan terkini untuk hasil yang akurat dan terpercaya.
Radiography Testing (RT)
Mendeteksi cacat internal menggunakan sinar-X atau gamma untuk memvisualisasikan struktur internal tanpa merusak material.
Ultrasonic Testing (UT)
Menggunakan gelombang suara frekuensi tinggi untuk mendeteksi cacat internal dan mengukur ketebalan material dengan presisi tinggi.
Magnetic Particle Testing (MT)
Mengidentifikasi cacat permukaan dan dekat permukaan pada material ferromagnetik dengan akurasi tinggi.
Liquid Penetrant Testing (PT)
Mendeteksi retakan dan ketidaksempurnaan permukaan pada berbagai jenis material dengan metode pewarnaan khusus.
Eddy Current Testing
Mendeteksi cacat permukaan dan dekat permukaan pada material konduktif dengan cepat dan efektif.
Visual Inspection & Thickness Measurement
Evaluasi visual profesional dan pengukuran ketebalan yang akurat untuk memastikan integritas struktural alat Anda.
Nafa Dwi Arini
Konsultan Ahli K3
4.9/5 Rating
Respon dalam 5 menit
Novitasari
Konsultan Ahli K3
4.9/5 Rating
Respon dalam 5 menit
Tim kami siap membantu Anda untuk mendapatkan Surat Ijin Alat (SIA)/Surat Keterangan K3 Alat (Suket) K3
Dapatkan Layanan Prioritas dengan menghubungi tim kami
Jika Anda ingin menyampaikan pertanyaan tentang perizinan dan pembuatan SIA/SIO Contractor Safety Management System (CSMS)
Proof – Creating a design system for a suite of products
Branding
Proof – Creating a design system for a suite of products
Branding
Artikel Lainnya berkaitan dengan Contractor Safety Management System (CSMS)
Daftar istilah jasa konstruksi berkaitan dengan Contractor Safety Management System (CSMS)
Daftar istilah jasa konstruksi yang berkaitan dengan Contractor Safety Management System (CSMS)