Konsultan Bisnis Profesional
Nafa Dwi Arini
1 day ago

Jenis-Jenis SBU LPJK Berdasarkan Skala Usaha

Jenis SBU LPJK berdasarkan skala usaha sangat penting untuk sertifikasi LPJK. Cari tahu kategori SBU yang berlaku untuk usaha Anda dan manfaatnya.

Jenis-Jenis SBU LPJK Berdasarkan Skala Usaha jenis SBU LPJK

Gambar Ilustrasi Jenis-Jenis SBU LPJK Berdasarkan Skala Usaha

Jenis-Jenis SBU LPJK Berdasarkan Skala Usaha jenis SBU LPJK jenis SBU LPJK, skala usaha SBU LPJK, kategori SBU LPJK, SBU LPJK konstruksi, sertifikasi SBU LPJK, perusahaan konstruksi SBU, SBU LPJK non konstruksi, sertifikasi badan usaha LPJK, LPJK Indonesia, peraturan LPJK
Baca Juga:

Mengenal Dunia SBU LPJK: Lebih dari Sekadar Kertas Sertifikat

Pernahkah Anda merasa bingung ketika mendengar rekan bisnis menyebut "perusahaan kami sudah punya SBU Kecil" atau "kami sedang mengajukan SBU Besar"? Atau mungkin, Anda sendiri sebagai pelaku usaha konstruksi dan non-konstruksi masih bertanya-tanya, sebenarnya apa sih perbedaan mendasar dari jenis SBU LPJK yang ada? Faktanya yang mengejutkan, berdasarkan data dari LPJK, ribuan perusahaan gagal dalam proses sertifikasi bukan karena kompetensi teknis yang buruk, melainkan karena kesalahan fatal dalam memilih kategori dan skala usaha yang tepat sejak awal. Padahal, pilihan ini menentukan segalanya: dari nilai tender yang bisa diikuti, besaran modal kerja, hingga strategi ekspansi bisnis ke depannya.

Memahami klasifikasi SBU LPJK berdasarkan skala usaha bukanlah sekadar urusan administratif. Ini adalah fondasi strategis. Ini tentang menempatkan identitas usaha Anda pada peta persaingan yang tepat. Dalam artikel ini, kita akan mengupas tuntas jenis-jenis SBU LPJK, bukan dari kacamata teoritis belaka, tetapi dari sudut pandang praktis di lapangan. Kami akan bercerita tentang bagaimana pemahaman ini menjadi kunci sukses bagi banyak kontraktor, dan bagaimana kesalahan kecil dalam klasifikasi bisa berakibat pada kegagalan mengikuti tender yang diidamkan.

Jenis-Jenis SBU LPJK Berdasarkan Skala Usaha jenis SBU LPJK jenis SBU LPJK, skala usaha SBU LPJK, kategori SBU LPJK, SBU LPJK konstruksi, sertifikasi SBU LPJK, perusahaan konstruksi SBU, SBU LPJK non konstruksi, sertifikasi badan usaha LPJK, LPJK Indonesia, peraturan LPJK
Baca Juga: Alat Angkat Angkut: Panduan Lengkap Izin K3 SIA SILO 2025

Apa Itu SBU LPJK dan Mengapa Skala Usaha Menjadi Penentu?

Sebelum menyelami lebih dalam, mari kita sepakati dulu dasarnya. Sertifikat Badan Usaha (SBU) yang diterbitkan oleh Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi (LPJK) adalah bukti pengakuan formal atas kualifikasi dan kemampuan suatu perusahaan di bidang jasa konstruksi maupun non-konstruksi. Sertifikat ini menjadi tiket wajib untuk dapat mengikuti lelang atau tender pekerjaan konstruksi di Indonesia, baik yang diselenggarakan pemerintah maupun swasta.

Esensi dari Klasifikasi Skala Usaha

Mengapa LPJK repot-repot membagi SBU ke dalam berbagai skala? Jawabannya sederhana: untuk menciptakan level playing field. Bayangkan jika perusahaan rintisan dengan modal terbatas harus bersaing langsung dengan konglomerat konstruksi untuk proyek jembatan nasional. Itu tidak adil dan tidak sehat. Klasifikasi berdasarkan skala usaha—Kecil, Menengah, dan Besar—dibuat untuk memastikan setiap perusahaan bertanding di "kelas berat" yang sesuai dengan kemampuannya. Klasifikasi ini didasarkan pada parameter objektif seperti besaran modal kerja, jumlah tenaga ahli dan tenaga terampil bersertifikat, serta riwayat pengalaman pekerjaan. Pemahaman ini adalah langkah pertama untuk menghindari miskonsepsi yang sering terjadi di lapangan.

Dampak Langsung pada Peluang Bisnis

Pilihan skala SBU Anda secara langsung membuka atau menutup pintu peluang. SBU Kecil memberikan akses ke proyek-proyek dengan nilai terbatas, yang seringkali menjadi starting point yang sempurna untuk membangun portofolio. SBU Besar, di sisi lain, adalah gerbang menuju mega-proyek infrastruktur. Kesalahan dalam menentukan skala—seperti mengajukan SBU Kecil padahal kapasitas Anda sudah menengah—berarti membatasi pertumbuhan perusahaan secara artifisial. Sebaliknya, memaksakan skala yang terlalu tinggi bisa berujung pada kegagalan dalam mempertahankan sertifikat karena ketidakmampuan memenuhi kewajiban tenaga ahli. Di sinilah konsultasi dengan ahli sertifikasi LPJK yang berpengalaman menjadi sangat krusial untuk membuat keputusan yang tepat.

Jenis-Jenis SBU LPJK Berdasarkan Skala Usaha jenis SBU LPJK jenis SBU LPJK, skala usaha SBU LPJK, kategori SBU LPJK, SBU LPJK konstruksi, sertifikasi SBU LPJK, perusahaan konstruksi SBU, SBU LPJK non konstruksi, sertifikasi badan usaha LPJK, LPJK Indonesia, peraturan LPJK
Baca Juga:

Mengurai Jenis-Jenis SBU LPJK: Dari Konstruksi Hingga Non-Konstruksi

LPJK tidak hanya mengatur satu jenis SBU. Dunia ini lebih berwarna. Secara umum, SBU LPJK terbagi menjadi dua ranah besar: SBU Jasa Konstruksi dan SBU Jasa Non-Konstruksi. Masing-masing ranah kemudian memiliki sub-klasifikasi dan bidang keahliannya sendiri, yang lagi-lagi dikelompokkan berdasarkan skala usaha.

SBU Jasa Konstruksi: Inti dari Industri Pembangunan

Inilah jenis SBU yang paling umum dikenal. SBU Jasa Konstruksi diberikan kepada perusahaan yang bergerak dalam pelaksanaan pekerjaan konstruksi, yang mencakup pembangunan, pengoperasian, pemeliharaan, hingga pembongkaran. Klasifikasi skala usaha di sini sangat ketat, mengikuti Peraturan LPJK yang berlaku.

SBU Konstruksi Kecil biasanya dimiliki oleh perusahaan rintisan atau UMKM konstruksi. Mereka adalah pahlawan di balik proyek-proyek perumahan sederhana, renovasi ruko, atau pembangunan fasilitas desa. Persyaratan modal kerja dan tenaga ahlinya relatif lebih terjangkau, menjadikannya pilihan ideal untuk memulai perjalanan sertifikasi. Sumber daya manusia menjadi kunci, dan seringkali proses sertifikasi kompetensi kerja untuk tenaga inti menjadi tahapan yang harus diprioritaskan.

SBU Konstruksi Menengah adalah kelas para pemain tangguh. Perusahaan dengan SBU ini sudah memiliki track record yang solid dan mampu mengerjakan proyek seperti gedung perkantoran menengah, jalan kabupaten, atau kompleks perumahan yang lebih terencana. Transisi dari Kecil ke Menengah adalah fase kritis yang membutuhkan persiapan administrasi dan teknis yang matang.

SBU Konstruksi Besar adalah liga utama. Perusahaan dengan SBU ini adalah yang biasa kita lihat mengerjakan pembangunan tol, bandara internasional, gedung pencakar langit, atau pembangkit listrik. Persyaratannya sangat kompleks, membutuhkan modal kerja yang sangat besar dan didukung oleh tim tenaga ahli bersertifikat yang jumlahnya signifikan. Untuk level ini, konsultasi dengan konsultan penyedia jasa tenaga ahli SBU seringkali menjadi solusi untuk memenuhi persyaratan personel yang ketat.

SBU Jasa Non-Konstruksi: Para Ahli di Balik Layar

Inilah bagian yang sering terlupakan namun tak kalah vital. Industri konstruksi tidak hanya tentang tukang dan insinyur di lapangan. Ada banyak pihak yang mendukung, seperti konsultan perencana, pengawas, penguji laboratorium, dan penyedia jasa terkait lainnya. Mereka inilah yang mengantongi SBU Jasa Non-Konstruksi.

Skala usaha pada SBU Non-Konstruksi juga berlaku, namun dengan parameter yang disesuaikan. Sebuah konsultan perencana struktur "Kecil" mungkin hanya menangani analisis bangunan sederhana, sementara yang "Besar" dipercaya untuk merancang struktur untuk stadion berkapasitas puluhan ribu. Penting untuk dicatat bahwa proses verifikasi untuk SBU Non-Konstruksi seringkali menitikberatkan pada kualifikasi individu di dalam perusahaan, seperti sertifikasi Tenaga Ahli Kompeten (TAK) atau sertifikasi keahlian spesifik lainnya.

Jenis-Jenis SBU LPJK Berdasarkan Skala Usaha jenis SBU LPJK jenis SBU LPJK, skala usaha SBU LPJK, kategori SBU LPJK, SBU LPJK konstruksi, sertifikasi SBU LPJK, perusahaan konstruksi SBU, SBU LPJK non konstruksi, sertifikasi badan usaha LPJK, LPJK Indonesia, peraturan LPJK
Baca Juga:

Bagaimana Memilih Skala SBU yang Tepat untuk Perusahaan Anda?

Ini adalah pertanyaan jutaan rupiah. Salah memilih skala bisa berarti membuang waktu, biaya, dan energi. Berikut adalah pendekatan sistematis yang bisa Anda terapkan, berdasarkan pengalaman lapangan.

Lakukan Audit Diri yang Jujur

Langkah pertama adalah introspeksi. Jangan bermimpi di siang bolong. Evaluasi dengan data nyata: Berapa modal kerja yang siap diinvestasikan? Berapa jumlah tenaga ahli dan tenaga terampil bersertifikat yang dimiliki saat ini? Apa saja pengalaman pekerjaan yang sudah diselesaikan dalam 3-5 tahun terakhir, beserta nilainya? Jawaban dari pertanyaan-pertanyaan ini akan langsung mengerucutkan pilihan Anda. Banyak perusahaan terjebak karena menggelembungkan (mark-up) data pengalaman, yang pada akhirnya ketahuan saat proses verifikasi lapangan oleh asesor LPJK.

Proyeksikan Target Pasar dan Tender

Lihatlah ke luar. Jenis proyek apa yang ingin Anda raih dalam 3 tahun ke depan? Cermati pengumuman tender di platform seperti portal tender terpercaya. Perhatikan persyaratan SBU yang selalu tercantum. Jika target Anda adalah proyek-proyek pemerintah daerah dengan nilai maksimal Rp 5 miliar, maka SBU Kecil atau Menengah bawah mungkin sudah cukup. Namun, jika Anda mengincar proyek Kementerian PUPR, besar kemungkinan Anda membutuhkan SBU Menengah atas atau Besar. Pilih skala yang selaras dengan ambisi bisnis Anda.

Rencanakan Strategi Bertahap (Jika Diperlukan)

Tidak ada yang menghalangi Anda untuk mulai dari bawah. Banyak perusahaan besar berawal dari SBU Kecil. Kuncinya adalah memiliki roadmap yang jelas. Susun rencana untuk meningkatkan skala SBU secara bertahap. Misalnya, dalam dua tahun pertama fokus pada pengumpulan pengalaman dengan SBU Kecil, sambil secara paralel merekrut atau menyertifikasi tenaga ahli untuk memenuhi syarat SBU Menengah. Pendekatan bertahap ini lebih sehat secara finansial dan meminimalisir risiko. Gunakan masa berlaku SBU (biasanya 3 tahun) sebagai siklus perencanaan Anda.

Jenis-Jenis SBU LPJK Berdasarkan Skala Usaha jenis SBU LPJK jenis SBU LPJK, skala usaha SBU LPJK, kategori SBU LPJK, SBU LPJK konstruksi, sertifikasi SBU LPJK, perusahaan konstruksi SBU, SBU LPJK non konstruksi, sertifikasi badan usaha LPJK, LPJK Indonesia, peraturan LPJK
Baca Juga:

Kesalahan Fatal yang Sering Terjadi dan Cara Menghindarinya

Berdasarkan pengamatan di lapangan, beberapa kesalahan ini terus berulang. Mari kita bahas agar Anda tidak mengulanginya.

Memaksakan Skala yang Tidak Realistis

Ini adalah ibu dari segala masalah. Dorongan ego untuk langsung memiliki SBU Besar seringkali mengabaikan realitas kemampuan perusahaan. Akibatnya, saat sertifikat sudah didapat, perusahaan kewalahan memenuhi kewajiban minimal tenaga ahli selama masa berlaku, atau bahkan tidak mampu mengikuti tender di kelas tersebut karena keterbatasan modal kerja. Hasilnya? Sertifikat hanya menjadi pajangan, tidak menghasilkan nilai tambah. Solusinya: realistis dan sabar. Lebih baik memiliki SBU Kecil yang aktif dan produktif daripada SBU Besar yang hanya jadi beban.

Mengabaikan Peran Tenaga Ahli dan Terampil Bersertifikat

SBU bukan tentang perusahaan semata, tetapi tentang orang-orang di dalamnya. Syarat jumlah Tenaga Ahli Teknik (TAT) dan Tenaga Terampil (TT) bersertifikat adalah harga mati. Kesalahan umum adalah mengira bisa "meminjam" atau "membeli" sertifikat orang lain. Praktik ini sangat riskan dan melanggar etika. Asesor LPJK akan melakukan verifikasi ketat, termasuk wawancara langsung. Jika ketahuan, sanksinya berat mulai dari pembatalan sertifikat hingga blacklist. Investasikan pada sertifikasi SDM Anda sendiri. Mulailah dengan mengidentifikasi unit-unit kompetensi yang dibutuhkan dan rancang program pelatihan yang tepat.

Terlambat Memperbarui atau Meningkatkan Skala SBU

SBU memiliki masa berlaku. Menunggu hingga masa berlaku hampir habis untuk mengajukan perpanjangan atau peningkatan skala adalah strategi yang buruk. Prosesnya bisa memakan waktu bulanan. Jika sertifikat kedaluwarsa, Anda secara hukum tidak bisa mengikuti tender sama sekali. Rencanakan pengajuan perpanjangan atau upgrading setidaknya 6-8 bulan sebelum masa berlaku berakhir. Ini memberi waktu cadangan jika ada koreksi atau verifikasi ulang.

Jenis-Jenis SBU LPJK Berdasarkan Skala Usaha jenis SBU LPJK jenis SBU LPJK, skala usaha SBU LPJK, kategori SBU LPJK, SBU LPJK konstruksi, sertifikasi SBU LPJK, perusahaan konstruksi SBU, SBU LPJK non konstruksi, sertifikasi badan usaha LPJK, LPJK Indonesia, peraturan LPJK
Baca Juga: Ahli K3: Panduan Lengkap Perizinan Alat Berat Kemnaker 2025

Memanfaatkan SBU LPJK sebagai Strategi Bisnis, Bukan Sekadar Kewajiban

Pandanglah SBU bukan sebagai beban birokrasi, tetapi sebagai alat strategis untuk memenangkan persaingan. Inilah cara para pemenang memanfaatkannya.

Membangun Kredibilitas dan Kepercayaan di Pasar

Di mata klien, terutama pemerintah, memiliki SBU LPJK dengan skala yang tepat adalah indikator awal kredibilitas. Itu artinya perusahaan Anda diakui secara formal, memiliki SDM yang kompeten, dan beroperasi di bawah standar nasional. Ini adalah nilai jual yang powerful dalam proposal dan presentasi tender. Pasang logo dan nomor SBU Anda dengan bangga di semua materi pemasaran.

Membuka Akses ke Pembiayaan dan Kemitraan

Lembaga keuangan dan bank seringkali mempertimbangkan kepemilikan SBU saat mengevaluasi pengajuan kredit modal kerja untuk perusahaan konstruksi. SBU yang lebih tinggi (Menengah/Besar) dapat menjadi faktor positif yang memperbesar plafon dan kemudahan persyaratan. Demikian pula saat mencari mitra joint operation untuk proyek yang lebih besar, kepemilikan SBU dengan skala dan bidang yang relevan menjadi prasyarat utama yang ditanyakan.

Mendorong Standardisasi dan Peningkatan Kualitas Internal

Proses untuk mendapatkan dan mempertahankan SBU memaksa perusahaan untuk mendokumentasikan proses kerja, menstandarkan operasi, dan terus meningkatkan kualitas SDM. Pada akhirnya, ini bukan hanya untuk memenuhi syarat LPJK, tetapi untuk membangun bisnis yang lebih rapi, profesional, dan sustainable. Perusahaan yang terbiasa dengan standar ini akan lebih tangguh dalam menghadapi fluktuasi pasar.

Jenis-Jenis SBU LPJK Berdasarkan Skala Usaha jenis SBU LPJK jenis SBU LPJK, skala usaha SBU LPJK, kategori SBU LPJK, SBU LPJK konstruksi, sertifikasi SBU LPJK, perusahaan konstruksi SBU, SBU LPJK non konstruksi, sertifikasi badan usaha LPJK, LPJK Indonesia, peraturan LPJK
Baca Juga: Peralatan Keselamatan Kerja: Panduan Lengkap Perizinan dan K3 Alat

Langkah Konkret Menuju Kepemilikan SBU yang Tepat

Setelah memahami peta, sekarang saatnya memulai perjalanan. Jangan terjebak dalam kebingungan awal.

Pertama, kumpulkan seluruh dokumen perusahaan, data pengalaman proyek, dan data SDM beserta sertifikat kompetensinya. Lakukan gap analysis: bandingkan dengan persyaratan yang ada di sistem OSS-RBA untuk bidang dan sub-bidang yang Anda target. Kedua, jika gap terlalu besar atau Anda merasa prosesnya terlalu rumit, jangan ragu untuk mencari pendampingan dari konsultan yang ahli di bidang sertifikasi LPJK. Pengalaman mereka bisa menghemat waktu, biaya, dan mencegah penolakan. Ketiga, ajukan dengan percaya diri dan persiapan matang. Pastikan setiap data yang Anda masukkan dapat dipertanggungjawabkan dengan bukti otentik.

Jenis-Jenis SBU LPJK Berdasarkan Skala Usaha jenis SBU LPJK jenis SBU LPJK, skala usaha SBU LPJK, kategori SBU LPJK, SBU LPJK konstruksi, sertifikasi SBU LPJK, perusahaan konstruksi SBU, SBU LPJK non konstruksi, sertifikasi badan usaha LPJK, LPJK Indonesia, peraturan LPJK
Baca Juga: Panduan Lengkap Ahli K3 Adalah: Peran Vital, Kewajiban Legal, dan Kunci Perizinan Alat Berat Perusahaan

Penutup: SBU yang Tepat, Landasan Bisnis yang Kuat

Memilih jenis SBU LPJK berdasarkan skala usaha adalah keputusan strategis yang akan mengiringi perjalanan bisnis Anda selama bertahun-tahun. Ini adalah fondasi yang menentukan seberapa tinggi bangunan kesuksesan perusahaan konstruksi atau jasa Anda dapat berdiri. Mulailah dari posisi yang realistis, rencanakan pertumbuhan secara bertahap, dan jadikan sertifikasi sebagai bagian dari budaya peningkatan kualitas berkelanjutan.

Jangan biarkan kebingungan tentang klasifikasi dan persyaratan menghalangi langkah Anda. Jika Anda merasa perlu panduan yang lebih personal, peta jalan yang jelas, dan pendampingan dari ahli yang telah membantu ratusan perusahaan mendapatkan SBU-nya, Jakon siap menjadi mitra strategis Anda. Kunjungi jakon.info sekarang juga untuk konsultasi awal gratis. Mari kita identifikasi bersama skala SBU yang paling tepat untuk mengakselerasi pertumbuhan bisnis Anda dan membuka pintu peluang tender yang lebih luas. Waktu untuk bertindak adalah sekarang.

About the author
Konsultan Bisnis Profesional

Nafa Dwi Arini adalah seorang konsultan bisnis berpengalaman yang memiliki keahlian dalam membantu perusahaan dan pengusaha dalam mengembangkan strategi bisnis yang efektif. Dengan latar belakang pendidikan dan pengalaman yang kuat, Nafa Dwi Arini telah berhasil membantu banyak klien untuk mencapai tujuan bisnis mereka.

Pengalaman:

Nafa Dwi Arini telah bekerja sebagai konsultan bisnis selama lebih dari 10 tahun. Selama karier profesionalnya, ia telah bekerja dengan berbagai perusahaan, mulai dari startup hingga perusahaan besar, di berbagai sektor industri. Pengalaman luas ini membantu Nafa Dwi Arini memahami tantangan dan peluang yang dihadapi oleh berbagai jenis bisnis.

Jasa Konsultasi:

Sebagai seorang konsultan bisnis, Nafa Dwi Arini menawarkan berbagai jasa konsultasi, termasuk analisis pasar, strategi pemasaran, manajemen operasional, dan pengembangan bisnis secara keseluruhan. Ia bekerja erat dengan klien untuk memahami kebutuhan unik mereka dan menyusun rencana yang sesuai untuk mencapai kesuksesan bisnis.

Penulis Artikel di suketk3.com:

Selain menjadi seorang konsultan bisnis, Nafa Dwi Arini juga berbagi pengetahuannya melalui menulis artikel untuk suketk3.com. Dalam tulisannya, ia berbagi wawasan, tips, dan informasi berguna tentang memulai dan mengelola bisnis, serta berbagai aspek lain yang berkaitan dengan dunia bisnis.

Komitmen:

Nafa Dwi Arini sangat berkomitmen untuk membantu klien mencapai kesuksesan dalam bisnis mereka. Ia percaya bahwa dengan pendekatan yang tepat dan strategi yang baik, setiap bisnis memiliki potensi untuk berkembang dan mencapai hasil yang menguntungkan.

Layanan Pengujian NDT Kami

Kami menawarkan berbagai metode pengujian modern tanpa merusak struktur alat Anda. Semua pengujian dilakukan oleh teknisi bersertifikasi dengan peralatan terkini untuk hasil yang akurat dan terpercaya.

Radiography Testing (RT)

Mendeteksi cacat internal menggunakan sinar-X atau gamma untuk memvisualisasikan struktur internal tanpa merusak material.

Ultrasonic Testing (UT)

Menggunakan gelombang suara frekuensi tinggi untuk mendeteksi cacat internal dan mengukur ketebalan material dengan presisi tinggi.

Magnetic Particle Testing (MT)

Mengidentifikasi cacat permukaan dan dekat permukaan pada material ferromagnetik dengan akurasi tinggi.

Liquid Penetrant Testing (PT)

Mendeteksi retakan dan ketidaksempurnaan permukaan pada berbagai jenis material dengan metode pewarnaan khusus.

Eddy Current Testing

Mendeteksi cacat permukaan dan dekat permukaan pada material konduktif dengan cepat dan efektif.

Visual Inspection & Thickness Measurement

Evaluasi visual profesional dan pengukuran ketebalan yang akurat untuk memastikan integritas struktural alat Anda.

Online Sekarang
Nafa Dwi Arini - Konsultan Sertifikasi K3
Nafa Dwi Arini

Konsultan Ahli K3
4.9/5 Rating

Respon dalam 5 menit

Online Sekarang
Novitasari - Konsultan Sertifikasi K3
Novitasari

Konsultan Ahli K3
4.9/5 Rating

Respon dalam 5 menit

Tim kami siap membantu Anda untuk mendapatkan Surat Ijin Alat (SIA)/Surat Keterangan K3 Alat (Suket) K3

Dapatkan Layanan Prioritas dengan menghubungi tim kami

Jika Anda ingin menyampaikan pertanyaan tentang perizinan dan pembuatan SIA/SIO Jenis-Jenis SBU LPJK Berdasarkan Skala Usaha

Riksa Uji K3 dan Surat Keterangan (Suket) K3 Alat Seluruh Indonesia, Resmi & Profesional SuketK3.com

Proof – Creating a design system for a suite of products

Branding

Riksa Uji K3 dan Surat Keterangan (Suket) K3 Alat Seluruh Indonesia, Resmi & Profesional SuketK3.com

Proof – Creating a design system for a suite of products

Branding

Artikel Lainnya berkaitan dengan Jenis-Jenis SBU LPJK Berdasarkan Skala Usaha