As-Built Drawing (Gambar Terlaksana)

As-Built Drawing adalah gambar teknis yang dibuat setelah pekerjaan konstruksi selesai, yang mencerminkan kondisi nyata bangunan yang terpasang di lapangan termasuk segala perubahan atau revisi yang dilakukan selama proses konstruksi. Gambar ini sangat berbeda dengan 'Shop Drawing' (gambar kerja) atau 'DED' (gambar rencana) karena mencatat posisi akurat utilitas, pipa, kabel, dan dimensi struktur yang sebenarnya terwujud di site proyek.

Kewajiban penyediaan as-built drawing merupakan bagian dari serah terima pekerjaan (PHO) sesuai Ketentuan Kontrak Jasa Konstruksi. Gambar ini menjadi basis data vital bagi pemilik bangunan dalam melakukan pemeliharaan, renovasi, atau perbaikan di masa depan. Tanpa as-built drawing yang akurat, pemilik bangunan akan kesulitan melacak jalur instalasi yang tertanam di dalam beton atau tanah, yang dapat berakibat pada risiko kerusakan utilitas saat dilakukan pengeboran atau penggalian di kemudian hari.

Bagi kontraktor, pengerjaan as-built drawing harus dicicil seiring progres proyek and tidak dilakukan di akhir masa kontrak secara terburu-buru. Praktisi menyarankan penggunaan teknologi GPS atau scanner 3D untuk memetakan posisi utilitas bawah tanah secara presisi. Konsultan pengawas harus melakukan verifikasi ketat terhadap as-built drawing sebelum memberikan tanda tangan persetujuan, karena gambar yang tidak akurat dapat memicu sengketa hukum jika di masa depan terjadi kegagalan bangunan akibat kesalahan informasi posisi struktur utama.